Selamat Datang Di Blognya Sharah Adzahra......... Semoga Membantu..

Kamis, 12 April 2012

CERITA HATI

AF
Awalnya aku mengenal mu hanya sebatas orang-orang yang sama-sama berada dalam satu perjuangan. Aku tak sempat mengkhususkan waktu untuk mengenal mu lebih dekat. Aku hanya biarkan semuanya seperti apa adanya, selalu sesuka yang aku mau. Waktupun tak begitu memihak, aku di ijinkan untuk berpisah dengan mu ntuk beberapa waktu. Sekali lagi perasaan ku hanya biasa saja.
Terkesan sangat biasa tapi memang begitulah awalnya. Mungkin semuanya bertanya jika hanya sebatas itu kenapa aku yang tak biasa menulis sesuatu jadi menulis semua tentang mu, tentang kita Kawan.
Ya, kawan.. kusebut kata itu setelah aku ada bersamamu disaat tawa merekah dan ujian menyapa kita. Disitulah Allah mengaruniakan cinta sebuah ukhuwah.. maukah kalian tahu rasanya.. manis, indah Kawan ^_^
Aku mengenalmu seperti halnya aku tahu engkau juga  berusaha mengenalku yang kadang-kadang bertingkah aneh ini. Berbagai sikapmu kusukai perlahan. Dimulai dari hobi kita yang sama-sama suka kalo makan gratis, apalagi kalo ada momen khusus itu selalu jadi sesuatu yang kita tunggu. Aku mulai mengenal mu dari semua kalimat ijin datang terlambat sampe nggak bisa datang karena agenda yang luar biasa.. memang sempat kesal, memang seberapa sibuk sich kawan.. tapi sekali lagi waktu memberikan jawaban, jawaban yang membuatku mengangguk paham dan tersenyum bangga.
Berbagai cobaan mulai menimpa kita, kesalahpahaman sampai teka-teki yang mulai berdatangan, membuatku menjadi sosok yang bukan aku.. aku mulai sulit menunjukkan emosiku… disaat marah aku hanya mampu diam dan tersenyum tipis, disaat kecewa dan sedih aku hanya bisa tersenyum, sekali lagi tersenyum… walau terkesan berbohong tapi itu semua kulakukan ntuk menjaga persaudaraan kita yang mulai kubuat dihati. Saat air mata ingin membanjiri pipi ku coba ntuk menahannya di lubuk hati.. kuyakin semua duka pasti berlalu.. dan ternyata benar.. aku bisa benar-benar tersenyum kembali Kawan, bersmamu ^_^
Silih berganti suasana hati itu mengahmpiri ku, dalam hati mulai terselip kata, ini semua kan mendewasakanku.. semangat kita mulai terangkai kembali merajut mimpi-mimpi dalam sketsa pikiran.. aku lukis, kita lukis menjadi apa yang kita inginkan, tawaku tawa kita bersama menambah semngat.. walau terkadang kamu sibuk dengan berbagai macam kegiatanmu.. sekali lagi aku tersenyum.
Mungkin engkau bertanya apakah hanya tersenyum yang bisa aku lakukan.. sebenarnya tak hanya itu terkadangpun aku marah, kesal bertengkar dengar perasaanku… tapi semua aku hanya bisa keluarkan senyuman buat mu, buat kita Kawan..
Seharusnya aku tahu, sebenarnya aku juga tlah tahu semenjak kita dipertemukan semnjak itulah waktu telah membuat catatan bahwa suatu saat kita akan berpisah… tapi aku singkirkan itu, bukan membohongi semua itu.. tapi hanya mencoba berbuat yang terbaik disaat ini kita bersama… karena aku tahu Allah takkan pernah sia-sia Kawan..
Perjuangan ini memang begini adanya.. tak slalu senang tak slalu bertemu tak slalu bersama termasuk dengan suatu hal yang menyatukan kita pada awalnya. Sedih sudah pasti tak perlu ditanyakan lagi, berhenti smapai disini tentu itu bukan aku… aku percaya sllu ada jalan buat kita ttp bersama.. yaitu jalanNYA Kawan… benarkan?
Kini kita masih bersama ditempat kita dipertemukan, ditempat ukhuwah ini terjalin indah… apapun yang terjadi ingat kita ttp saudara.. dihatiku akan tetap sama Kawan… jika memang kita harus pergi dari sini berarti ini sudah jalanNYA.. sudah patutlah kita ridho dengan senua.. tapi skali lagi semuanya takkan berhenti sampai disini.. masih banyak tempat buat kita ntuk merajut ukhuwah itu lagi.. bukankah begitu Kawan, Saudaraku?

Kutulis dengan membaca Basmallah
Di keheningam malam di tempatku menyepi
Dan  akhirnya ku akhiri dengan membaca Hamdalah…

Selasa, 15 Februari 2011

Beginilah Seharusnya Cinta

oleh Media Islam Online pada 16 Februari 2011 jam 6:10
            Seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri diwawancarai menanggapi aksi menolak valentine day’s beberapa hari yang lalu. Mahasiswi itu menanggapi bahwa, “terlalu berlebihan menolak hari valentine, toh di dalam islam mengenal kasih saying juga.” Orang melihat bahwa apa yang dikatakan wanita ini ada benarnya juga. Permasalahannya, jika ada pertanyaan mengenai “Bagaimana menurut anda terhadap isu Saritem ?” ditujukan kepada ulama dan juga PSK yang hidup sehari-hari di saritem pun akan mempunyai jawaban yang berbeda. Lantas apa yang beda dengan Mahasiswi tadi?
            Permasalahannya Mahasiswi yang tadi sepertinya tidak mengetahui betul ilmu kenapa harus menolak valentine, hanya didasarkan kepada persepsi Kasih sayang. Padahal jelas, kalau kita meneliti dan melihat langsung sang mahasiswi, ternyata pakaian mahasiswi itu jauh dari kesopanan. Memakai celana pendek dan dengan santai menanggapi terkait aksi tersebut.
            Barang siapa yang meniru perbuatan suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari kaum itu. (HR. Tirmidzi)
            Itulah salah satu dasar menolak V Day’s yang merupakan turunan dari perayaan budaya barat yang diimportkan ke negeri-negeri kaum muslimin. Seluruh ulama yang mahfum terkait ushul fiqih dan ilmu tafsir hadits dan ayat sepakat mengharamkan V Day’s bagi kaum muslimin. Sementara, para pengusaha yang memanfaatkan moment dan pelaku pacaran pasti bersepakat sah-sah saja melakukan V Day’s. Maka jangan heran bila di Kediri stok Kondom “terjual” habis.
            Budaya Valentine khususnya dan aktivitas pacaran telah meyakinkan sebagian ummat, bahwa perkara yang mereka lakukan sah-sah saja. Bahkan, sampai-sampai ada pernyataan kalau tidak punya pacar itu akan sulit cari jodoh. Hingga akhirnya beberapa aktivis berlabel dakwah menjadi “gugur” khawatir jodohnya tidak ketemu.
Lantas Seperti apakah Cinta?
            Cinta itu merupakan sebuah perasaan yang tidak dapat ditukar dengan Es krim “Magnum” dan tidak dapat ditawar dengan segelas cendol “Elizabeth”. Cinta merupakan Fitroh (sesuatu yang suci) yang itu meliputi rata-rata manusia. Maka, jangan heran bila seorang aktivis dakwah sekalipun menyukai lawan jenisnya. Toh, ini adalah perkara yang mubah serta fitroh di dalam setiap diri manusia.
            Namun, yang namanya cinta tidak harus diekspresikan dengan alat bernama pacaran. Toh, pada dasarnya justru pacaran telah membuat noda bagi kesucian cinta. Justru dengan adanya pacaran, maka prilaku cinta yang suci terkotori kepada ketidakjujuran. Pacaran telah membuat Cinta menjadi korban yang menghasilkan para kaum hawa dan adam menikmati cinta terlalu bebas.
            Permasalahannya, terkadang orang-orang masih khawatir seandainya mereka tidak pacaran maka jodoh tidak akan dapat. Toh, yang namanya pasangan hidup itu kalau bisa saling kenal-mengenal untuk menghasilkan keluarga harmonis. Persepsi inilah yang digunakan aktivis pacaran selama ini.
            Justru islam itu telah melahirkan seperangkat sistem pergaulan yang menempatkan cinta sebagai Fitroh dalam diri manusia. Ia terdiri atas elemen Ta’aruf dan Khitbah yang melahirkan akad ijab-qobul pernikahan. Di mana akan menghasilkan suatu elemen besar bernama Rohmat-Nya.
Loving You, Merit Yuks.
            Ta’aruf adalah proses saling mengenal lawan jenis. Dalam proses ini, kita tidak mau dong membeli kucing dalam kotak kardus, sehingga proses ini merupakan bentuk dari mereka yang berniat “menikah” untuk mengenal calon-calon. Nah di dalam proses ini, laki-laki dan wanita tidak terikat sehingga mereka pada dasarnya boleh mengenal lebih dari satu orang. Biasanya proses ini mengenal istilah data diri, kelengkapan, serta terkadang hingga turunan.
            Sementara proses khitbah ialah proses tahapan dalam “keseriusan” untuk menikah. Bedanya dengan ta’aruf dalam proses Khitbah, seorang wanita yang telah menerima khitbah orang maka “HARAM” menerima khitbah lelaki yang lainnya. Sehingga banyak memberikan persepsi salam di kalangan aktivis bahwa “ngetag” adalah jalau utama menyelamatkan “bidadari-bidadari harapan” agar tidak masuk ke dalam kandang-kandang lainnya. Padahal, seharusnya khitbah itu dasarnya adalah harapan agar kita dapat lebih mengenal dalam kepribadian masing-masing calon.
            Nah, setelah menentukan kepastian hari H maka tentu selama belum terjadinya proses akad ijab-qobul antara mempelai pria dengan wali maka tidak ada toleransi dalam hal berdua-duaan. Sehingga tetap aja, kalau ketemuan secara langsung diantara mereka harus ditemani orang ketiga, supaya tidak timbul setan diantara mereka.
            “Oooo gitu toh ? Lantas yang saya tanya itu adalah bagaimana mendapatkan pasangan?” Begini ceritanya, Alkisah kita melihat seorang akhwat/ikhwan, maka kita boleh menyimpan rasa suka kepada akhwat atau ikhwan tersebut. Namun, kalau pada dasarnya kita tidak sanggup lagi mempertahankannya dalam perasaan maka ulurkan kekuatan untuk berkenalan atau mengkhitbah. Apakah harus dimulai dari kaum adam saja? Ooo, tidak harus. Kaum Hawa pun boleh kok mengharapkan atau bertanya langsung kepada kaum adam. Namun, dalam proses khitbah maka kaum adam-lah yang melakukannya sementara sang hawa hanya menjadi pendorongnya.
            Kalau susah juga, cobalah untuk bertanya kepada ustadz, saudara, orang tua, teman untuk mencarikan jodoh. Memilih-milih calon itu sah-sah saja, tapi ingat dalam perkara agama-lah yang harus diutamakan. Bukan perkara harta, bukan perkara jabatan dan kekuasaan. Ingat, pada akhirnya yang bisa menyelamatkan kita hanyalah Agama. Dan tentu keluarga Sakinah, Mawwadah warrohmah itu bermula dari Keluarga yang sholeh.
to be continue…

Irhaby El-Falimbani
(Pembina INTEGRASI, Kelompok Remaja Ideologis)
Bukan Pakar Cinta Nasional, Cuma Pakar Pemerhati Pergaulan gang Qhilapah RT 19/24




________________________________________________________________


“Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat”
 Jika ikhwan wa akhwat fiLLAH meyakini adanya kebenaran di dalam tulisan dan fans page ini, serta ingin meraih amal shaleh, maka sampaikanlah kepada saudaramu yang lain. Bagikan (share) tulisan ini kepada teman-teman facebook yang lain dan mohon bantuannya untuk mengajak teman-teman anda sebanyak mungkin di Media Islam Online, agar syiar kebaikan dapat LEBIH TERSEBAR LUAS DI BUMI INI....
Jazaakumullah Khairan wa Syukron Katsiiran 'Alaa Husni Ihtimaamikum.

fans page Media Islam Online
http://www.facebook.com/MediaIslamOnline

grup Media Islam Online
http://www.facebook.com/group.php?gid=350321584229

twitter Media Islam Online
http://twitter.com/MediaIslamOnlen

Sabtu, 29 Januari 2011

Muslimah Cantik, Bermahkota Rasa Malu


Muslimah cantik, 
menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat)
Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,
الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)
Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.
Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria.
Allah telah menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah laku. Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya; ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya’, Allah telah menetapkan hak bagi wanita sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.
Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari hal ini…
Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik…
Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191)
Dalam sebuah kisah, ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha pernah didatangi wanita-wanita dari Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata,
إن كنتن مؤمنات فليس هذا بلباس المؤمنات وإن كنتن غير مؤمنات فتمتعينه
“Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.” (disebutkan dalam Ghoyatul Marom (198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”)
Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman?
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)
Wahai, muslimah…
Peliharalah rasa malu itu pada diri kita, sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan (mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan public.
Wahai saudariku muslimah…
Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu…
Jogja, Jumadil Ula 1431 H
Penulis: Ummu Hasan ‘Abdillah
Muroja’ah: Ust. Muhammad Abduh Tuasikal
Referensi:
Yaa Binti; Ali Ath-Thanthawi
Al Hijab; I’dad Darul Qasim

Senin, 03 Januari 2011

Prinsip royalti pahala

Prinsip royalti pahala ini sebenarnya juga memberi kita kesempatan untuk mendidik diri menjadi penyelesai masalah, bekan sebaliknya menjadi sumber masalah. Menjadi penggagas solusi, pencari jalan keluar,bukan sebaliknya biang kekacauan. Sebab kita lahir dan di tumbuhkan dengan susah payah oleh orang tua kita, di ajari sepotong pengetahuan oleh guru kita, di guyur berjuta nikmat oleh Tuhan kita, lalu sesudah itu kita memilih untuk menjadi pengeruh kehidupan, maka alangkah sedihnya orang-orang yg telah menanampkan budi di dalam diri kita itu.

Dibalik kisah papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?


Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.


Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?


Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?


Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?


Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"


Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa


Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.


Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?


Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"


Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.


Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."


Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....


Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Share | Break, break, break

Break, break, break,
On thy cold gray stones, O Sea!
And I would that my tongue could utter
The thoughts that arise in me.

O, well for the fisherman's boy,
That he shouts with his sister at play!
O, well for the sailor lad,
That he sings in his boat on the bay!

And the stately ships go on
To their haven under the hill;
But O for the touch of a vanished hand,
And the sound of a voice that is still!

Break, break, break,
At the foot of thy crags, O Sea!
But the tender grace of a day that is dead
Will never come back to me.

Alfred, Lord Tennyson

kenangan indah bersama sahabat


Telah tiba saat waktu kau tinggalkan kami
Kerana takdir yang Maha Esa telah menetapkan
Sedih rasanya hati ini bila mngenangkan
Kau sahabatku kau teman sejati
Tulus ikhlasmu luhur budimu bagai tiada pengganti
Senyum tawamu juga katamu menghiburkan kami
Memori indah kita bersama terus bersemadi
Kau sahabatku kau teman sejati (HIJJAZ: Kau Sahabat Kau Teman)


rasa kehilangan yang begitu dalam meliputiku. tidak sedikitpun terlintas di pikiranku dia, Ridatul Akhiar, pergi untuk selamanya secepat itu. malam itu tanggal 13 Desember 2009 beliau masih sempat menanyakan tugas untuk besok harinya padaku lewat layanan SMS, namun ternyata besok paginya masuk sebuah pesan di Hanphone ku... dan itu membuatku tercengan, pucat.

" ada beberapa ikhwan yang terkena musibah shubuh tadi, terhimpit bangunan yang roboh"

rasa pilu ini makin menjadi ketika nama yang disebutkan itu adalah "Ridatul Akhiar".
sahabat yang senantiasa membantuku....
sebenarnya aku tak pandai menulis banyak... telah sering ku coba menulis sesuatu tentangnya agar aku bisa mengingatnya... ternyata baru begini yang aku bisa... maafkan aku teman...

semoga dirimu ditempatkanNYA di tempat yang terbaik amiin..

Sukar untuk kutemui lagi
Insan mulia yang sejati
Suka dan duka bersama kita lalui

Namunku kan terus
Cita kita janji kita
Walau kau tiada di sisiku lagi
Menempuhi segalanya
Kan ku teruskan jua
Mungkin kita kan bertemu takdir penentu