AF
Awalnya aku mengenal mu hanya sebatas orang-orang yang sama-sama berada dalam satu perjuangan. Aku tak sempat mengkhususkan waktu untuk mengenal mu lebih dekat. Aku hanya biarkan semuanya seperti apa adanya, selalu sesuka yang aku mau. Waktupun tak begitu memihak, aku di ijinkan untuk berpisah dengan mu ntuk beberapa waktu. Sekali lagi perasaan ku hanya biasa saja.
Terkesan sangat biasa tapi memang begitulah awalnya. Mungkin semuanya bertanya jika hanya sebatas itu kenapa aku yang tak biasa menulis sesuatu jadi menulis semua tentang mu, tentang kita Kawan.
Ya, kawan.. kusebut kata itu setelah aku ada bersamamu disaat tawa merekah dan ujian menyapa kita. Disitulah Allah mengaruniakan cinta sebuah ukhuwah.. maukah kalian tahu rasanya.. manis, indah Kawan ^_^
Aku mengenalmu seperti halnya aku tahu engkau juga berusaha mengenalku yang kadang-kadang bertingkah aneh ini. Berbagai sikapmu kusukai perlahan. Dimulai dari hobi kita yang sama-sama suka kalo makan gratis, apalagi kalo ada momen khusus itu selalu jadi sesuatu yang kita tunggu. Aku mulai mengenal mu dari semua kalimat ijin datang terlambat sampe nggak bisa datang karena agenda yang luar biasa.. memang sempat kesal, memang seberapa sibuk sich kawan.. tapi sekali lagi waktu memberikan jawaban, jawaban yang membuatku mengangguk paham dan tersenyum bangga.
Berbagai cobaan mulai menimpa kita, kesalahpahaman sampai teka-teki yang mulai berdatangan, membuatku menjadi sosok yang bukan aku.. aku mulai sulit menunjukkan emosiku… disaat marah aku hanya mampu diam dan tersenyum tipis, disaat kecewa dan sedih aku hanya bisa tersenyum, sekali lagi tersenyum… walau terkesan berbohong tapi itu semua kulakukan ntuk menjaga persaudaraan kita yang mulai kubuat dihati. Saat air mata ingin membanjiri pipi ku coba ntuk menahannya di lubuk hati.. kuyakin semua duka pasti berlalu.. dan ternyata benar.. aku bisa benar-benar tersenyum kembali Kawan, bersmamu ^_^
Silih berganti suasana hati itu mengahmpiri ku, dalam hati mulai terselip kata, ini semua kan mendewasakanku.. semangat kita mulai terangkai kembali merajut mimpi-mimpi dalam sketsa pikiran.. aku lukis, kita lukis menjadi apa yang kita inginkan, tawaku tawa kita bersama menambah semngat.. walau terkadang kamu sibuk dengan berbagai macam kegiatanmu.. sekali lagi aku tersenyum.
Mungkin engkau bertanya apakah hanya tersenyum yang bisa aku lakukan.. sebenarnya tak hanya itu terkadangpun aku marah, kesal bertengkar dengar perasaanku… tapi semua aku hanya bisa keluarkan senyuman buat mu, buat kita Kawan..
Seharusnya aku tahu, sebenarnya aku juga tlah tahu semenjak kita dipertemukan semnjak itulah waktu telah membuat catatan bahwa suatu saat kita akan berpisah… tapi aku singkirkan itu, bukan membohongi semua itu.. tapi hanya mencoba berbuat yang terbaik disaat ini kita bersama… karena aku tahu Allah takkan pernah sia-sia Kawan..
Perjuangan ini memang begini adanya.. tak slalu senang tak slalu bertemu tak slalu bersama termasuk dengan suatu hal yang menyatukan kita pada awalnya. Sedih sudah pasti tak perlu ditanyakan lagi, berhenti smapai disini tentu itu bukan aku… aku percaya sllu ada jalan buat kita ttp bersama.. yaitu jalanNYA Kawan… benarkan?
Kini kita masih bersama ditempat kita dipertemukan, ditempat ukhuwah ini terjalin indah… apapun yang terjadi ingat kita ttp saudara.. dihatiku akan tetap sama Kawan… jika memang kita harus pergi dari sini berarti ini sudah jalanNYA.. sudah patutlah kita ridho dengan senua.. tapi skali lagi semuanya takkan berhenti sampai disini.. masih banyak tempat buat kita ntuk merajut ukhuwah itu lagi.. bukankah begitu Kawan, Saudaraku?Kutulis dengan membaca Basmallah
Di keheningam malam di tempatku menyepi
Dan akhirnya ku akhiri dengan membaca Hamdalah…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar